Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan

Jul 25, 2013
Manfaat Bawang Putih - Bawang putih (Allium sativum) termasuk jenis umbi-umbian yang berasal dari Asia Tengah. Bawang putih yang sering dijadikan bahan penyedap dalam masakan, selain itu bawang putih juga memiliki kandungan zat vitamin B, C, mineral P, Ca, dan K. Sering dianggap bila kebanyakan bersantap bawang putih akan membawa aroma tidak sedap pada tubuh. Namun faktanya dalam kesehatan bawang putih memiliki banyak manfaat yang tidak terduga. Selain digunakan untuk bahan penyedap dalam masakan, bawang putih juga dapat memberikan manfaat untuk kesehatan.


Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan :

  • Mengobati Batuk
  • Mengobati Asma
  • Mengobati Darah Tinggi (Hipertensi)
  • Mengobati Rematik
  • Mengobati Influenza (Flu)
  • Mengobati Bronhitis
  • Mengobati Diare
  • Mengobati Kanker Lambung
  • Mengobati Kanker Paru – paru
  • Mengobati Kanker Payudara
  • Mengobati Sakit Gigi

Manfaat Lain Bawang Putih untuk Kesehatan :


Untuk mendapatkan manfaat dari bawang putih ini, biasanya masyarakat ada yang memakannya langsung, dan ada yang diolah terlebih dahulu. Jangan melihat dari banya, tapi lihatlah dari sisi manfaat yang banyak untuk kesehatan tubuh. Ternyata bawang putih yang memiliki bau yang cukup menyengat ini mempunyai begitu banyak manfaat bagi kesehatan. Dan informasi diatas hanyalah sedikit dari banyaknya manfaat bawang putih. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk mengobati berbagai penyakit dengan bahan alami, terutama bawang putih.

Ibu dan Burung Gagak

Apr 17, 2013
Pada suatu sore seorang Ibu bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Sang Ibu lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya,

“Nak, apakah benda tersebut?”
“Burung gagak,” jawab si anak.

Sang Ibupun mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ibunya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras. “Itu burung gagak ibu!” Tetapi sejenak kemudian si ibu bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih keras, “BURUNG GAGAK!!”

Sang Ibupun terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang sama sehingga membuatkan si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah-ogahan menjawab pertanyaan si ibu, “Gagak ibu.......”. Tetapi kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian sang ibu sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran dan menjadi marah.

“Ibu!!! saya tidak mengerti ibu mengerti atau tidak. Tapi sudah lima kali ibu menanyakan pertanyaan tersebut dan sayapun sudah memberikan jawabannya. Apakah yang ibu ingin saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak ibu.....”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Sang Ibupun kemudian bangkit menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang terheran-heran. Sebentar kemudian sang ibu keluar lagi dengan membawa sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih marah dan bertanya-tanya. Ternyata benda tersebut sebuah diari lama. “Coba kau baca apa yang pernah ibu tulis di dalam buku diary itu”, pinta si ibu. Si anak taat dan membaca satu bagian yang berisi...

“Hari ini aku di halaman bersama anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, “Ibu, apakah itu?”.

Dan aku menjawab, “Burung gagak”.

Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya pertanyaan yang sama dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sampai 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayang aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap bahwa hal tersebut menjadi suatu pendidikan yang berharga.”

Setelah selesai membaca bagian tersebut si anak mengangkat muka dan memandang wajah sang ibu yang kelihatan sayu. Si ibu dengan perlahan bersuara, “ Hari ini ibu baru menanyakan kepadamu pertanyaan yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah kehilangan kesabaran dan marah.” Lalu dengan rasa penyesalannya si anakpun meminta ma'af kepada sang Ibu sambil menangis.


“Kesabaran terbesar hanyalah dimiliki seorang Ibu, Seorang ibu tidak akan pernah letih untuk melakukan apapun demi anaknya menjadi yang terbaik. meskipun harus memberikan nyawanya sekalipun” - Inspire

Yang Sempurna

Apr 15, 2013
Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani,”Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”

Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,”Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.” Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,”inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna.” 

Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya “Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?”"
Petani menjawab,” Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan…..” Lelaki itupun sadar, bahwa dibalik kesempurnaan tersimpan cacat yang begitu dalam, bahkan lebih dalam dari yang dia pikirkan.


"Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa."

Si Gadis Buta

Ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu, yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu. Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu, ”Sayaaaang, sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, 

“Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

Gadis itu menangis dan menyadari kebodohannya, betapa besar pengorbanan kekasihnya selama ini tapi kekasihnya telah pergi dengan membawa luka dihati.

"Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan."

Surat dari Ibu

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku. Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur. 

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi? Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tekhnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil. Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku. Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur.

"Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu."
 

SUDRAJAT MAHENDRA Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger